Profesi dan Sertifikasi Manajemen Proyek
- Profesi manajemen proyek:
Berbagai kelompok – kelompok tertentu berminat di berbagai bidang seperti engineering, berbagai bidang jasa, maupun kesehatan
- Sertifikasi manajemen proyek:
PMI telah menyediakan sertifikasi sebagai Project Management Profesional (PMP). Untuk mendapatkan sertifikasi itu seorang PMP harus mempunyai pengalaman proyek yang cukup, dan harus mengikuti test PMP dank ode etik yang telah ada
Hal yang mempengaruhi dalam membantu dan memperburuk proyek :
Proyek lebih mungkn untuk berhasil ketika manajer proyek mempengaruhi orang menggunakan keahlian dan tantangan pekerjaan.
proyek lebih mungkin untuk gagal ketika manajer proyek terlalu bergantung pada : kewenangan,uang,dan hukuman
Proses proyek communication management
Project Communication Management termasuk proses yang diperlukan untuk memastikan bahwa informasi dalam aproyek dibuat dengan tepat dan cepat, baik dalam segi pengumpulan, diseminasi, penyimpanan, dan disposisi. Hal ini menciptakan hubungan yang penting antara orang-orang, ide, dan informasi yang diperlukan supaya proyek berakhir dengan kesuksesan. Setiap orang yang terlibat dalam proyek ini harus siap untuk mengirim dan menerima komunikasi, dan harus memahami bagaimana komunikasi dilakukan di mana mereka terlibat sebagai individu dan bagaimana komunikasi dapat mempengaruhi proyek secara keseluruhan.
Sumber resiko dalam suatu proyek TI
Resiko Proyek Teknologi Informasi
Setiap Organisasi memiliki tujuan, dalam era digital ini otomasi sistem informasi dan teknologi informasi digunakan sebagai dukungan untuk mencapai tujuan tersebut. Manajemen resiko memegang peranan penting sebagai tindakan perlindungan bagi aset informasi dan seluruh hal yang berkaitandengan Teknologi informasiImplementasi Teknologi Informasi (TI) di suatu perusahaan atau organisasi sebagai basis dalam rangka penciptaan layanan yang berkualitas dan optimalisasi proses bisnis sangatlah beresiko. Resiko timbul manakala penerapan TI tidak mampu membantu perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Pengelolaan resiko membutuhkan manajemen resiko yang baik dengan mengacu pada best practice framework manajemen resiko seperti pendekatan manajemen resiko yang ada pada COBIT, Rekomendasi NIST Special Publication 800-30 dan OCTAVE.
- Perusahaan di negara berkembang dengan tingkat penetrasi TI rendah seperti pembangunan infrastruktur TI yang
- belum memadai, kekurangan SDM TI dan lemahnya industri perangkat lunak memerlukan suatu model framework
- yang lebih sederhana dan mudah dalam melakukan implementasi manajemen resiko dalam perusahaannya. Model
- framework manajemen resiko yang dihasilkan terdiri dari proses identifikasi resiko (sumber resiko, kejadian resiko,
- dampak resiko), analisa resiko (tingkat kecenderungan dan besarnya dampak resiko), respon resiko (hilangkan
- resiko, kurangi resiko, cegah resiko atau transfer resiko) dan evaluasi resiko (adakah sisa resiko atau resiko baru).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar