Rangkaian Pengusir tikus
komponen yang diperlukan untuk membuat rangkaian ini
jumlahnya sangat terbatas, kira-kira kurang dari 10 komponen. Jadi bisa
dipastikan bahwa estimasi harga yang diperlukan untuk membuat rangkaian ini
kurang dari 50 ribu rupiah. Sangat cocok untuk pemula yang ingin praktek
membuat sebuah rangkaian elektronika.
Komponen yang dibutuhkan adalah komponen dasar
seperti resistor, kapasitor, transistor, IC 555, dan output berupa speaker.
Jadi speaker inilah yang nantinya dapat mengeluarkan suara ultrasonik dengan
sweep 50 Hz. Suara tersebut merupakan suara yang dibenci tikus, sehingga tikus
tidak akan berani mendekat.
Anda tak perlu kawatir karena suara tersebut
tak akan mengganggu tidur anda. Suara ini akan terasa bising di telinga tikus,
namun tidak bagi manusia, berikut ini adalah skema rangkaian elektronika
pengusir tikus sederhana yang bisa anda coba buat dan praktekkan di rumah.
Gambar
Skema Rangkain Alat Pengusir Tikus
Analisa
rangkain tiap komponen :
1.
Resistor
Fungsi
komponen resistor untuk membatasi atau menghambat arus listrik yang ada di
rangkaian alat pengusir tikus dan resistor mempunyai kegunaan atau fungsi
lainnya, diantara nya adalah sebagai berikut :
·
Sebagai
pembagi arus
·
Sebagai
pembagi tegangan
·
Sebagai
penurun tegangan
·
Sebagai
penghambat arus listrik
·
Menghambat
arus listrik
·
Pengatur
volume (potensiometer)
·
Pengatur
kecepatan motor (rheostat)
2.
Kapasitor
Fungsi komponen kapasitor
ini adalah sebagai berikut :
·
Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik
·
Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC
(Alternating Current)
·
Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Direct
Current)
·
Sebagai Filter dalam Rangkaian Power Supply
(Catu Daya)
·
Sebagai Kopling
·
Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian
Osilator
·
Sebagai Penggeser Fasa
·
Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor
Variabel yang digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator)
3. Transistor
Fungsi komponen
transistor ini adalah sebagai berikut :
·
Sebagai
sebuah penguat (amplifier).
·
Sirkuit
pemutus dan penyambung (switching).
·
Stabilisasi
tegangan (stabilisator).
·
Sebagai
perata arus.
·
Menahan
sebagian arus.
·
Menguatkan
arus.
·
Membangkitkan
frekuensi rendah maupun tinggi.
·
Modulasi
sinyal dan berbagai fungsi lainnya.
4. IC 555
Fungsi komponen IC 555 ini untuk timer dan
pulse generator
Susunan dan fungsi pin yang ada di IC 555
- Pin
1 : GROUND : Menghubungkan ke
tegangan 0V.
- Pin
2 : TRIGGER : Mendeteksi 1/3 dari
tegangan Sumber (Vcc) untuk membuat output menjadi berlogika HIGH. Pin 2
memiliki kontrol atas pin 6. Jika pin 2 berlogika LOW, dan pin 6 LOW,
keluaran akan tetap berlogika HIGH. Jika pin 6 berlogika HIGH, dan pin 2
berlogika LOW, output akan berlogika LOW. Pada saat pin 2 berlogika LOW,
pin ini memiliki impedansi yang sangat tinggi (sekitar 10 Mega Ohm) dan
akan memberi Trigger sekitar 1uA.
- Pin
3 : OUTPUT : (Pins 3 dan 7 dinamakan
"in Phase") Berlogika HIGH minimal sekitar 2 Volt dan berlogika
LOW sekitar 0.5 Volt kurang dari 0 Volt. Dan akan mengeluarkan arus sapai
dengan 200 mA.
- Pin
4 : RESET : Pada Internal IC
terhubung HIGH melalui 100 K Ohm. Harus diambil di bawah 0.8 Volt untuk
me-reset chip.
- Pin
5 : CONTROL : Sebuah tegangan diterapkan
pada pin ini akan bervariasi waktu jaringan RC (cukup jauh).
- Pin
6 : THRESHOLD :
Mendeteksi 2/3 dari tegangan Sumber (Vcc) untuk membuat output berlogika
LOW apabila pin 2 berlogika HIGH. Pin ini memiliki impedansi yang sangat
tinggi (sekitar 10 Mega Ohm) dan akan memberi Trigger sekitar 1uA.
- Pin
7 : DISCHARGE : Akan berlogika LOW ketika
pin 6 mendeteksi 2/3 tegangan Sumber (Vcc) tapi pin 2 harus berlogika
HIGH. Jika pin 2 Berlogika HIGH, pin 6 berlogika HIGH atau LOW, maka pin 7
tetap berlogika LOW. Akan berlogika HIGH dan tetap berlogika HIGH pada
saat pin 2 mendeteksi 1/3 tegangan Sumber (Vcc) (bahkan sebagai pulsa LOW)
ketika pin 6 berlogika LOW. (Pins 7 dan 3 dinamakan "in Phase")
Pin 7 adalah sama dengan pin 3 tapi pin 7 tidak berlogika HIGH. Tapi ia
akan berlogika LOW dan akan kehilangan arus sekitar 200 mA. Anda dapat
menghubungkan pin 7 ke pin 3 untuk mendapatkan kemampuan SINK sedikit
lebih baik dari IC.
- Pin
8 : SUPPLY : Terhubung ke tegangan
Sumber (Vcc) positif.
5. Buzzer
Fungsi komponen Buzzer ini hanya untuk mengubah getaran
listrik menjadi getaran suara
Analisa cara kerja rangkaian :
Sebenarnya prinsip kerja dari rangkaian elektronika pengusir
tikus, akan mengeluarkan getaran elektronik sebesar 50kHz. Getaran elektronik
sebesar itu sangat mempengaruhi sistem pendengaran tikus Seperti yang telah
kita ketahui bersama bahwa tikus tersebut sangat mengganggu saat berada dalam
rumah.
Daftar Pusaka : http://rangkaianelektronika.info/rangkaian-pengusir-tikus/
http://belajarelektronika.net/rangkaian-elektronika-pengusir-tikus/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar