Sabtu, 10 Juni 2017

Rangkain Pengusir tikus

Rangkaian Pengusir tikus

komponen yang diperlukan untuk membuat rangkaian ini jumlahnya sangat terbatas, kira-kira kurang dari 10 komponen. Jadi bisa dipastikan bahwa estimasi harga yang diperlukan untuk membuat rangkaian ini kurang dari 50 ribu rupiah. Sangat cocok untuk pemula yang ingin praktek membuat sebuah rangkaian elektronika.
Komponen yang dibutuhkan adalah komponen dasar seperti resistor, kapasitor, transistor, IC 555, dan output berupa speaker. Jadi speaker inilah yang nantinya dapat mengeluarkan suara ultrasonik dengan sweep 50 Hz. Suara tersebut merupakan suara yang dibenci tikus, sehingga tikus tidak akan berani mendekat.
Anda tak perlu kawatir karena suara tersebut tak akan mengganggu tidur anda. Suara ini akan terasa bising di telinga tikus, namun tidak bagi manusia, berikut ini adalah skema rangkaian elektronika pengusir tikus sederhana yang bisa anda coba buat dan praktekkan di rumah.


Gambar Skema Rangkain Alat Pengusir Tikus
Analisa rangkain tiap komponen :
1.      Resistor
 Fungsi komponen resistor untuk membatasi atau menghambat arus listrik yang ada di rangkaian alat pengusir tikus dan resistor mempunyai kegunaan atau fungsi lainnya, diantara nya adalah sebagai berikut    :
·           Sebagai pembagi arus
·           Sebagai pembagi tegangan
·           Sebagai penurun tegangan
·           Sebagai penghambat arus listrik
·           Menghambat arus listrik
·           Pengatur volume (potensiometer)
·           Pengatur kecepatan motor (rheostat)




2.        Kapasitor
Fungsi komponen kapasitor ini adalah sebagai berikut :
·           Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik
·           Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Alternating Current)
·           Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Direct Current)
·           Sebagai Filter dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya)
·           Sebagai Kopling
·           Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian Osilator
·           Sebagai Penggeser Fasa
·           Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator)


3.       Transistor
Fungsi komponen transistor ini adalah sebagai berikut :
·         Sebagai sebuah penguat (amplifier).
·         Sirkuit pemutus dan penyambung (switching).
·         Stabilisasi tegangan (stabilisator).
·         Sebagai perata arus.
·         Menahan sebagian arus.
·         Menguatkan arus.
·         Membangkitkan frekuensi rendah maupun tinggi.
·         Modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya.

4.      IC 555
Fungsi komponen IC 555 ini untuk timer dan pulse generator
Susunan dan fungsi  pin yang ada di IC 555
  • Pin 1 : GROUND : Menghubungkan ke tegangan 0V.
  • Pin 2 : TRIGGER : Mendeteksi 1/3 dari tegangan Sumber (Vcc) untuk membuat output menjadi berlogika HIGH. Pin 2 memiliki kontrol atas pin 6. Jika pin 2 berlogika LOW, dan pin 6 LOW, keluaran akan tetap berlogika HIGH. Jika pin 6 berlogika HIGH, dan pin 2 berlogika LOW, output akan berlogika LOW. Pada saat pin 2 berlogika LOW, pin ini memiliki impedansi yang sangat tinggi (sekitar 10 Mega Ohm) dan akan memberi Trigger sekitar 1uA.
  • Pin 3 : OUTPUT : (Pins 3 dan 7 dinamakan "in Phase") Berlogika HIGH minimal sekitar 2 Volt dan berlogika LOW sekitar 0.5 Volt kurang dari 0 Volt. Dan akan mengeluarkan arus sapai dengan 200 mA.
  • Pin 4 : RESET : Pada Internal IC terhubung HIGH melalui 100 K Ohm. Harus diambil di bawah 0.8 Volt untuk me-reset chip.
  • Pin 5 : CONTROL : Sebuah tegangan diterapkan pada pin ini akan bervariasi waktu jaringan RC (cukup jauh).
  • Pin 6 : THRESHOLD : Mendeteksi 2/3 dari tegangan Sumber (Vcc) untuk membuat output berlogika LOW apabila pin 2 berlogika HIGH. Pin ini memiliki impedansi yang sangat tinggi (sekitar 10 Mega Ohm) dan akan memberi Trigger sekitar 1uA.
  • Pin 7 : DISCHARGE : Akan berlogika LOW ketika pin 6 mendeteksi 2/3 tegangan Sumber (Vcc) tapi pin 2 harus berlogika HIGH. Jika pin 2 Berlogika HIGH, pin 6 berlogika HIGH atau LOW, maka pin 7 tetap berlogika LOW. Akan berlogika HIGH dan tetap berlogika HIGH pada saat pin 2 mendeteksi 1/3 tegangan Sumber (Vcc) (bahkan sebagai pulsa LOW) ketika pin 6 berlogika LOW. (Pins 7 dan 3 dinamakan "in Phase") Pin 7 adalah sama dengan pin 3 tapi pin 7 tidak berlogika HIGH. Tapi ia akan berlogika LOW dan akan kehilangan arus sekitar 200 mA. Anda dapat menghubungkan pin 7 ke pin 3 untuk mendapatkan kemampuan SINK sedikit lebih baik dari IC.
  • Pin 8 : SUPPLY : Terhubung ke tegangan Sumber (Vcc) positif.
5.      Buzzer
Fungsi komponen Buzzer ini hanya untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara

Analisa cara kerja rangkaian :
Sebenarnya prinsip kerja dari rangkaian elektronika pengusir tikus, akan mengeluarkan getaran elektronik sebesar 50kHz. Getaran elektronik sebesar itu sangat mempengaruhi sistem pendengaran tikus Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa tikus tersebut sangat mengganggu saat berada dalam rumah.


Daftar Pusaka : http://rangkaianelektronika.info/rangkaian-pengusir-tikus/
                          http://belajarelektronika.net/rangkaian-elektronika-pengusir-tikus/
                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar