Sabtu, 28 Maret 2015

PENALARAN

Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Metode dalam menalar ada dua jenis metode dalm penalaran  INDUKTIF dan DEDUKTIF

Pengertian Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan khusus yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.
contoh : remaja masa kini lebih menyukai  tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya

Pengertian Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat umum dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan dan kegiatan imitasi dari media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.
Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai tiga unsur yakni:

- Subyek, perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orang, benda, tempat, atau perkara.
- Predikat adalah perkara yang dinyatakan dalam subjek.
- Kopula adalah kata yang menghubungkan subjek dan predikat.

Contoh : kalimat Semua manusia adalah fana. Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan dengan pembilang. Kemudian kata manusia berkedudukan sebagai subyek, sedang adalah merupakan kopula.

Proposisi berdasarkan bentuk
Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri dari satu objek dan satu predikat dan hanya menyatakan satu pernyataan. Contoh: Semua mahluk hidup akan mati.
Proposisi majemuk adalah proposisi yang erdiri dari satu objek dan dua predikat. Contoh: Semua mahluk hidup pasti bernafas dan berkembang biak.

Proposisi berdasarkan sifat
Proposisi kondisional adalah proposisi yang membutuhkan syarat di dalam hubungan subjek dan predikatnya yang menunjukan pembenaran atau pengingkaran. Proposisi kondisional di bagi menjadi dua, yaitu proposisi kondisional hipotesis dan proposisi kondisional disjungtif. Proposisi kondisional hipotesis adalah proposisi yang menunjuk pada pembenaran yang bersyarat. Contoh: Jika turun hujan, tanah akan becek. Proposisi kondisonal disjungtif adalah proposisi yang didasari pada pembenaran yang berupa pilihan. Contoh: Budi harus menolong mina atau nisa.

Proposisi kategorial adalah proposisi yang tidak membutuhkan syarat di dalam hubungan sebjek dan predikat yang menunjukan suatu yang mutlak atau tidak bisa digangu gugat. Contoh: Semua murid mempunyai NIP yang berbeda.

Proposisi berdasarkan kualitas
Proposisi positif adalah proposisi yang bernilai positif. Contoh: Kuning adalah warna dasar.
Proposisi negatif adalah proposisi yang bernilai negatif. Contoh: Kuning bukanlah warna dasar.

Proposisi berdasarkan kuantitas
Proposisi khusus adalah proposisi yang biasanya di awali dengan kata sebagian atau beberapa. Contoh: Sebagian jajanan di kantin mahal.
Proposisi universal adalah proposisi yang biasanya di awali dengan kata semua atau seluruh. Contoh: Semua pengendara wajib mempuya sirat ijin mengemudi.

Term
Term adalah suatu kata atau suatu kumpulan kata yang  merupakan ekspressi verbal dari suatu pengertian. Bagian dari proposisi yang berfungsi sebagai subyek  atau predikat, serta dapat berfungsi sebagai  penghubung antara dua proposisi yang disebut premis dalam sebuah silogisme.
contoh : kuda itu lari

Kopula
Kopula (Latin copula) adalah kata kerja atau verba penghubung antara subjek dengan komplemen dalam sebuah frasa atau kalimat.
contoh : joko widodo adalah presiden indonesia

Premis
ialah pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.
contoh : Semua cendekiawan adalah manusia pemikir

Konklusi
hasil dari sebuah penalaran dari premis-premis atau dengan kata lain adalah kesimpulan
contoh : kucing akan mati

Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatau fenomena
contoh :Contohnya adalah data hasil penelitian yang berfungsi untuk membuktikan hasil dari penelitian tersebut.

Inferensi
Adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur).
Terdapat 2 jenis metode Inferensi :

Inferensi Langsung

Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari hanya satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
Contoh : Ban motor saya pecah sedangkan saya besok ingin pergi ke kampus, tetapi ani tidak mempunyai uang untuk mengganti ban motor.
kesimpulan : saya besok tidak pergi ke kampus karena ban motornya pecah.

Inferensi Tak Langsung

Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi-preposisi lama.
contoh :
A : Saya melihat ke dalam kamar itu.
B : Plafonnya sangat tinggi.
Sebagai missing link diberikan inferensi, misalnya:
C: kamar itu memiliki plafon

Implikasi adalah suatu keterlibatan antara dua premis. Implikasi mempunyai wujud ‘jika...maka...’ impliaski memiliki alur satu arah, jadi ‘jika A maka B’ memiliki arti yang berbeda dengan ‘jika B maka A’.
contoh : jika saya mendapatkan ipk bagus maka saya akn dibelikan laptop