Pengertian
Penalaran
Penalaran adalah proses
berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang
menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proposisi yang
dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil
kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Metode dalam menalar
ada dua jenis metode dalm penalaran
INDUKTIF dan DEDUKTIF
Pengertian Induktif
Paragraf Induktif
adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan khusus yang
diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.
contoh : remaja masa kini lebih menyukai tari-tarian dari barat seperti breakdance,
Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya
Pengertian Deduktif
Metode berpikir
deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih
dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat umum dikarenakan adanya perubahan
arti sebuah kesuksesan dan kegiatan imitasi dari media hiburan yang menampilkan
gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Proposisi adalah
istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan
utuh Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat
dinilai benar atau salah.
Dalam ilmu logika,
proposisi mempunyai tiga unsur yakni:
- Subyek, perkara yang
disebutkan adalah terdiri dari orang, benda, tempat, atau perkara.
- Predikat adalah perkara
yang dinyatakan dalam subjek.
- Kopula adalah kata yang
menghubungkan subjek dan predikat.
Contoh : kalimat Semua manusia adalah fana. Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan
dengan pembilang. Kemudian kata manusia berkedudukan sebagai subyek, sedang
adalah merupakan kopula.
Proposisi berdasarkan
bentuk
Proposisi tunggal adalah proposisi yang
terdiri dari satu objek dan satu predikat dan hanya menyatakan satu pernyataan.
Contoh: Semua mahluk hidup akan mati.
Proposisi majemuk
adalah proposisi yang erdiri dari satu objek dan dua predikat. Contoh: Semua
mahluk hidup pasti bernafas dan berkembang biak.
Proposisi berdasarkan
sifat
Proposisi kondisional
adalah proposisi yang membutuhkan syarat di dalam hubungan subjek dan
predikatnya yang menunjukan pembenaran atau pengingkaran. Proposisi kondisional
di bagi menjadi dua, yaitu proposisi kondisional hipotesis dan proposisi
kondisional disjungtif. Proposisi kondisional hipotesis adalah proposisi yang
menunjuk pada pembenaran yang bersyarat. Contoh: Jika turun hujan, tanah akan
becek. Proposisi kondisonal disjungtif adalah proposisi yang didasari pada
pembenaran yang berupa pilihan. Contoh: Budi harus menolong mina atau nisa.
Proposisi kategorial
adalah proposisi yang tidak membutuhkan syarat di dalam hubungan sebjek dan
predikat yang menunjukan suatu yang mutlak atau tidak bisa digangu gugat.
Contoh: Semua murid mempunyai NIP yang berbeda.
Proposisi berdasarkan
kualitas
Proposisi positif
adalah proposisi yang bernilai positif. Contoh: Kuning adalah warna dasar.
Proposisi negatif adalah proposisi yang
bernilai negatif. Contoh: Kuning bukanlah warna dasar.
Proposisi berdasarkan
kuantitas
Proposisi khusus adalah
proposisi yang biasanya di awali dengan kata sebagian atau beberapa. Contoh:
Sebagian jajanan di kantin mahal.
Proposisi universal
adalah proposisi yang biasanya di awali dengan kata semua atau seluruh. Contoh:
Semua pengendara wajib mempuya sirat ijin mengemudi.
Term
Term adalah suatu kata
atau suatu kumpulan kata yang merupakan
ekspressi verbal dari suatu pengertian. Bagian dari proposisi yang berfungsi
sebagai subyek atau predikat, serta dapat
berfungsi sebagai penghubung antara dua
proposisi yang disebut premis dalam sebuah silogisme.
contoh : kuda itu lari
Kopula
Kopula (Latin copula)
adalah kata kerja atau verba penghubung antara subjek dengan komplemen dalam
sebuah frasa atau kalimat.
contoh : joko widodo
adalah presiden indonesia
Premis
ialah pernyataan yang digunakan
sebagai dasar penarikan kesimpulan.
contoh : Semua
cendekiawan adalah manusia pemikir
Konklusi
hasil dari sebuah
penalaran dari premis-premis atau dengan kata lain adalah kesimpulan
contoh : kucing akan
mati
Evidensi
Evidensi adalah semua
fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu.
Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk
memahami suatau fenomena
contoh :Contohnya
adalah data hasil penelitian yang berfungsi untuk membuktikan hasil dari
penelitian tersebut.
Inferensi
Adalah membuat simpulan
berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Dalam membuat inferensi perlu
dipertimbangkan implikatur. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna
tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur).
Terdapat 2 jenis metode
Inferensi :
Inferensi Langsung
Inferensi yang
kesimpulannya ditarik dari hanya satu premis (proposisi yang digunakan untuk
penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari
premisnya.
Contoh : Ban motor saya
pecah sedangkan saya besok ingin pergi ke kampus, tetapi ani tidak mempunyai
uang untuk mengganti ban motor.
kesimpulan : saya besok
tidak pergi ke kampus karena ban motornya pecah.
Inferensi Tak Langsung
Inferensi yang
kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis. Proses akal budi membentuk
sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi-preposisi lama.
contoh :
A : Saya melihat ke
dalam kamar itu.
B : Plafonnya sangat
tinggi.
Sebagai missing link
diberikan inferensi, misalnya:
C: kamar itu memiliki
plafon
Implikasi adalah suatu
keterlibatan antara dua premis. Implikasi mempunyai wujud ‘jika...maka...’
impliaski memiliki alur satu arah, jadi ‘jika A maka B’ memiliki arti yang
berbeda dengan ‘jika B maka A’.
contoh : jika saya
mendapatkan ipk bagus maka saya akn dibelikan laptop